Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Film Arkeologi

Judul Film Pengetahuan Arkeologi Produksi Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta:

 

1.Perahu Nusantara

PERAHU NUSANTARA SITUS PUNJULHARJO
Situs Punjulharjo di Rembang, Jawa Tengah menjadi satu-satunya situs perahu kuna yang memperlihatkan bentuk utuh perahu nusantara abad ke-7 masehi. Perahu yang ditemukan oleh penduduk saat menggali lahan untuk tambak garam ini sempat menyita perhatian arkeolog dalam dan luar negeri. Bukan cuma bentuknya yang relatif utuh tetapi juga terungkapnya data teknologi khas perahu nusantara yang nyaris lengkap. Tambuku, jenis-jenis ikatan tali ijuk, pasak, dan komponen lain yang belum pernah ditemukan sebelumnya benar-benar menjadi data yang luar biasa penting bagi perkembangan arkeologi maritim, khususnya di Indonesia.

Film ini bukan hanya bercerita tentang situs, tetapi juga menggambarkan bagaimana para arkeolog dihadapkan pada kondisi situs yang unik sehingga memaksa menggunakan teknik-teknik ekskavasi yang khusus. Diceritakan pula rekonstruksi teknis, kisaran kapasitas dan jalajah, bahkan jenis-jenis kayu yang digunakan.

Film Perahu Nusantara Situs Punjulharjo merupakan film ke-3 yang diproduksi oleh Balar Jogja dalam tahun 2009. Film berformat DVD Video dan VCD ini berdurasi 22′ 33″ dengan narasumber ahli arkeologi Maritim Prof. Dr. PY Manguin (EFEO-Prancis) dan Drs. Lucas PK, DEA.

2. Merapi dan Candi

ONLINE: Film Merapi & Candi 2006
Gejolak Gunung Merapi yang masuk dalam wilayah Kabupaten Magelang, Boyolali, Klaten (Jawa Tengah), dan Sleman (DIY) sejak taggal 26 Oktober 2010, mengingatkan pada peristiwa pada pertengahan 2006. Pada saat itu, Balai Arkeologi Yogyakarta menyikapinya dengan membuat film pengetahuan tentang hubungan antara Merapi dan Candi dalam format VCD. Kini film tersebut dapat disaksikan secara online dalam format 3GP.

Melalui pengetahuan tentang beberapa candi yang ditemukan dalam keadaan terkubur lahar  dan awan panas dari Merapi, film ini memberikan pengetahuan bahwa candi-candi buah karya peradaban Mataram Kuna (abad VIII – X M) dibangun dari batu andesit yang (antara lain) disediakan oleh Gunung Merapai. Namun, pada suatau ketika, Merapi pula yang meruntuhkan serta mengubur bebeapa candi tersebut.

Beberapa pengetahuan tentang kegunungapian di Indonesia maupun Merapi juga dijelaskan dalam film ini oleh narasumber pakar dari BPPTK Yogyakarta. Setelah menyimap film ini antara lain akan diperoleh pengetahuan tentang bagaimana gunung api meletus, tentang awan panas, lahar, serta hubungan antara bangunan candi dan Gunung Merapi.

3. Gelang Batu Masa Neolitik

Pada awal masa neolitik sekitar 5.000 BP terjadi migrasi masyarakat penutur bahasa Austronesia dari Taiwan, melalui Filipina dan masuk Kepulauan Indonesia sekitar 4.000 BP. Dalam penyebarannya mereka membawa budaya pertanian padi-padian, teknologi maritim, domestikasi babi, anjing, ayam, budaya rumah panggung, tenun, pembuatan gerabah, dan alat batu yang diupam, termasuk gelang batu.

Gambaran itulah yang difilmkan, termasuk peragaan proses pembuatan gelang batu. Peragaan sangat dimungkinkan karena data yang ditemukan Harry Truman Simanjuntak (1983 dan 1984) dari situs Ponjen, Purbalingga sangat lengkap. Laporan penelitian arkeologi tersebut menjadi acuan utama dalam penulisan naskah dan skenario film. Untuk kategori film pengetahuan, film ini merupakan produk Balar Jogja yang pertama dalam tahun 2009 atau yang ke 7 sejak tahun 2006.

Film berdurasi 14′ 59″ ini dikemas dalam format DVD Video dan VCD. Naskah ditulis oleh Sofwan Noerwidi, Skernario dan Penyuntingan oleh Sugeng Riyanto, Narasumber Priyatno “Gupik” HS, dan Narator oleh Novida Abbas.

4.Candi Sanggar

Film berjudul “Candi Sanggar: Rumah Dewa di Lereng Bromo” ini berdurasi 19’ 47” dan dikemas dalam format digital DVD Video dan VCD. Sebagai Naras Sumber adalah Rita Istari, ketua Tim Penelitian, dan Baskoro DT, salah seorang anggota Tim. Naskah ditulis oleh Rita Istari, sedangkan skenario ditulis oleh Sugeng Riyanto. Penyuntingan dilakukan oleh Tim Editor Pokja Dokinfo Balar Jogja, yang terdiri atas Sugeng Riyanto Dekon Suyanto, dan Andeas Eka. Kali ini Balar Jogja menunjuk profesional di bidang penyiaran publik sebagai Narator, yaitu Agung Adi dari Rasialima Studio.

Awal film menggambarkan ketika Soekarno pada tanggal 14 Januari 1985 menulis surat yang menceritakan adanya batu dan arca di lereng Bromo sekaligus mohon agar situs ini diteliti. Tahun 2005, 20 tahun setelah itu, pemintaanya baru dapat dipenuhi, dan penelitian pun dimulai.

Dibantu masyarakat yang antusias, “penasaran”, penuh harap, dan semangat, Tim berjuang untuk mengungkap misteri bangunan ini tahap demi tahap. Struktur bangunan yang berundak, berbagai artefak masa Majapahit, prasasti berangka tahun 1345 M dan 1509 M, dan struktur talud adalah hasil penelitian yang dijadikan acuan bagi penjelasan atas hasil penelitian.

Di akhir durasi digambarkan harapan masyarakat atas keberadaan Candi Sanggar, serta berbagai keunikan, eksotika,  dan aspek estetika Dusun Wonogriyo yang berada dilereng Bromo.

5.Fort Lodewijk

Sinopsis
Penelitian benteng Lodewijk di Mengare, Gresik – Jawa Timur telah menghasilkan informasi dan pengetahuan mengenaik seluk-beluk situs ini, mulai dari kronologi, denah, fungsi, hingga teknologi dan aspek lingkungan alaminya. Film produksi Balai Arkeologi Yogyakarta tahun 2008 ini menggambarkan perjuangan arkeolog dalam menembus ombak dan rimbun semak guna meraih pengetahuan atas benteng yang dibangun Belanda tauhn 1808 ini.
Dalam durasi 29’ 54” dan berformat DVD dan VCD ini juga digambarkan riwayat lahan dan lingkungan situs yang ternyata merupakan endapan Lumpur dari Bengawan Solo. Mengapa Belanda membangun benteng di lokasi lahan yang sulit seperti itu? ada dua kemungkinan, yaitu posisi strategis untuk mengawasi selat Madura, dan tentu saja teknologi sipil yang mereka miliki memang mampu untuk itu.
Denyut kehidupan di dalam benteng saat digunakan juga menjadi bagian dari penelitian, dan film ini juga memvisualisasikan hal itu, lewat berbagai artefak yang ditemukan. Bagaimana benteng ini dibangun? Tambang batu putih dan sisa rel lori adalah bukti dinamika pembangunan benteng di lahan lumpur sehingga material batu putih harus ditambang di Pulau Mengare yang selanjutnya diangkut menggunakan lori ke tepi Sungai Cemara, lalu diseberangkan mengarungi Selat Madura menuju lokasi pembangunan benteng.

 

Film Kegiatan Kantor Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

  1. Rumah Peradaban Pati Ayam 2018

Rumah Peradaban merupakan sarana edukasi dan pemasyarakatan hasil penelitian arkeologi untuk memberikan pemahaman tentang sejarah dan nilai budaya masa lampau dalam upaya melek budaya, pencerdasan bangsa, penumbuhan semangat kebangsaan, dan sumber inspirasi bagi pengembangan budaya yang berkepribadian http://rumahperadaban.kemdikbud.go.id/.

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa