Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Category: Arkeologi Klasik

MENUJU PUNCAK MENCAPAI ANGIN

Dibaca Sebanyak : 132 Lokasi obyek penelitian Bentuk dan Karakter Tinggalan Arkeologi di Lereng Utara Gunung Muria yaitu Candi Angin berada pada ketinggian 1420 meter dpal serta Candi Bubrah yang berada pada ketinggian 1317 meter dpal. Kedua lokasi penelitian tersebut memerlukan waktu tempuh 2,5 jam melalui motor dan dilanjutkan dengan berjalan kaki melalui beberapa tanjakan […]

Tentang Api dan Pensucian Roh yang Telah Mati

Dibaca Sebanyak : 109 Api dalam agama Hindu memiliki makna penting yang berkaitan dengan perlakuan terhadap orang mati yaitu sebagai unsur penyucian. Oleh karena itu, salah satu ritual perawatan terhadap mayat dalam agama Hindu adalah dengan pembakaran. Selain menyucikan, api juga dipandang memiliki kekuatan untuk menyimpan Api adalah unsur yang menyimpan kekuatan matahari, ketika matatahari […]

Peninjauan di Kabupaten Trenggalek oleh Balai Arkeologi D.I. Yogyakarta

Dibaca Sebanyak : 147 Peninjauan di Kabupaten Trenggalek oleh Balai Arkeologi D.I. Yogyakarta mendapatkan hasil yang cukup signifikan. Lokasi peninjauan bertempat di dua tempat yaitu Dusun Jati Gambang, Desa Gayam, Kec. Panggul dan Desa Karangrejo, Kec. Kampak.  Temuan di Dusun Jati Gambang sebagai berikut : Uang kepeng dengan huruf Cina pada salah satu bagian sisinya. […]

Bunga Rampai, Bhumi Wurawan

Dibaca Sebanyak : 198 Kalimat Bhumi Wurawan hingga kini masih sering diperdebatkan dan menjadi silang pendapat di antara para ahli. Kalimat ini pertama kali muncul dalam goresan  lempengan tembaga, prasasti Malurung yang dikeluarkan oleh Sri Maharaja Dhiraja Kertanagara Wikrama Dharmmotunggadewa pada tahun 1255 M. Menurut Prasasti ini Wurawan adalah ibu kota atau pusat pemerintahan kerajaan […]

Poster Pojok Peradaban Situs Liyangan

Dibaca Sebanyak : 173 Kerangka Sejarah Situs Liyangan Situs ini berada di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Kerangka sejarah Situs Liyangan dibagi menjadi 3 fase yaitu: . Fase pertama ditandai dengan bentuk lahan yang berteras undak. Setiap teras memiliki talud dari boulder sebagai pelindung dan penguat lahan. Pada fase ini juga ditandai dengan ditemukanya arca bertipe […]

Aktivitas Kemaritiman di Selat Muria Sekitar Abad VII-XVI M (Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Kudus)

Dibaca Sebanyak : 615 Selat Muria adalah wilayah perairan yang dahulu memisahkan daratan utara Jawa Tengah dengan Gunung Muria. Akibat endapan fluvio-marin, wilayah perairan tersebut berubah menjadi daratan, yang sekarang menjadi wilayah Kabupaten Kudus, Grobogan, Pati dan Rembang. Selat Muria dahulu adalah jalur transportasi dan perdagangan yang ramai dilalui, yang menghubungkan masyarakat Jawa Kuna dengan […]

Executive Report Penelitian Penjajagan Situs Sekaran

Dibaca Sebanyak : 553 Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta telah melaksanakan penelitian penjajagan Situs Sekaran pada 10 – 16 April 2019. Tujuan penelitian adalah untuk melengkapi hasil ekskavasi penyelamatan Situs Sekaran oleh BPCB Provinsi Jawa Timur dan untuk memperoleh gambaran potensi akademis untuk pengembangan penelitian. Adapun hasil penelitian penjajagan Situs Sekaran adalah : Pembukaan kotak […]

Struktur Bata dan Arca di Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur

Dibaca Sebanyak : 299 Balar D.I Yogyakarta telah melakukan peninjaun di Desa Suko Wetan, Kecamatan Karangan dan di Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, kegiatan peninjauan merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Arkeologi D.I Yogyakarta yaitu “Balar mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan arkeologi di wilayah kerjanya berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan […]

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa