Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Category: Arkeologi Islam Kolonial

SULTAN AGUNG (1613 – 1646 TU)

Dibaca Sebanyak : 59 Sultan Agung naik tahta mengganikan pendahulunya Panembahan Sedo ing Krapyak (1601 – 1613 TU). Nama kecilnya R,M, Jatmiko, kemudian diganti menjadi Pangeran Rangsang. Kegiatan politiknya dimulai dengan serangan ke Pasuruan pada tahun 1614 TU. Pertempuran berikutnya terjadi pada tahun 1625 TU yaitu dengan pengepungan di Surabaya. Kegiatan politik yang lain terjadi […]

Makam Cina

Dibaca Sebanyak : 79 Bong (Makam Cina) merupakan salah satu tinggalan arkeologis dari etnis Tionghoa di Nusantara. Pembangunan makam harus berpatokan pada fengsui, dan umumnya ditempatkan pada bukit (tempat yang lebih tinggi) serta menghadap ke arah laut. Untuk urusan makam, orang-orang Tionghoa tidak bisa membangunnya secara sembarangan, karena hal itu sangat berhubungan dengan keberuntungan dan […]

Film Pengetahuan Arkeologi Kotagede 2017

Dibaca Sebanyak : 86 Film Pengetahuan Arkeologi ini bercerita tentang sejarah Mataram Islam sejak berdirinya Kerajaan Mataran Islam yang pertama sampai berpindahnya pusat pemerintahan ke Pleret. Dokumentasi visual mengenai awal tumbuh dan berkembangnya Kotagede serta informasi terkini kondisi tinggalan arkeologi di Kotagede. Kotagede, saat ini lebih terkenal dengan sentra kerajinan peraknya, tetapi juga salah satu […]

Arkeologi Pleret, Pusat Pemerintahan Mataram Islam yang Ke 3

Dibaca Sebanyak : 107 Pleret merupakan pusat pemerintahan Mataram Islam yang ke-3, dibangun oleh Amangkurat 1 1. Situs Kedaton Situs Kedaton mengacu toponim mengenai letak Kraton Pleret seperti beberapa komponen di dalam keraton lainnya yaitu Sitinggil, Bangsal Witana, Mandungan, Sri Menganti, Pecaosan, Sumur Gumuling, Masjid Panepen, Prabayeksa, bangsal kencana, Bangsal Kemuning, Bangsal Manis, Gedongkuning, dan […]

Pajang, Kotagede, dan Kerta

Dibaca Sebanyak : 144 Kotagede merupakan ibukota Mataram Islam yang pertama, Mataram Islam berawal dari Kadipaten yang dibangun oleh Ki Ageng Pemanahan pada tahun 1575, yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajang. Adiwijaya sebagai Raja Pajang menganugerahkan tanah pardikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai imbalan atas jasanya membantu penyelesaian pemberontakan Arya Penangsang sebagai wilayah bawahan […]

Benteng Dulu, Kini, dan Esok

Dibaca Sebanyak : 262 Buku ini merupakan Bunga Rampai yang mengulas Benteng peninggalan jaman kolonial yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Daftar ini buku : Benteng d Sumatera Bagian Utara dan Perspektif Penelitiannya Benteng Kuto Besak dari Keraton Hingga Instalasi Militer Benteng Tarakan : Keseimbangan Antara Kepentingan Politik dan Pelestarian Benteng-benteng Kolonial Eropa di […]

Beberapa Benteng Belanda di Jawa Tengah

Dibaca Sebanyak : 395 Merupakan sebuah buku yang di tulis oleh Ibu Novida Abbas, pada tahun 2018 (Peneliti Balai Akroleogi D.I Yogyakarta-saat ini (2019) Beliau sudah pensiun) buku ini merupakan salah satu hasil publikasi Balar DIY sebagai upaya meningkatkan kedudukan dan peran Balar DIY dalam dinamika dunia pendidikan Arkeologi sebagai inti dalam tugas utama penelitian […]

Ekskavasi dan Penelitian Arkeologi di Benteng Van den Bosch

Dibaca Sebanyak : 380 Pada tanggal 10 – 16 Oktober 2018 Balai Arkeologi D.I. Yogyakarta yang dipimpin oleh Drs. M.Chawari, M.Hum., melakukan penelitian arkeologi di Benteng Van den Bosch, Ngawi. Kegiatan tersebut dilakukan atas dasar permohonan bantuan ekskavasi dan penelitian arkeologi oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Bina Penataan Bangunan. Ekskavasi dan […]

Penelitian Teknologi Jembatan Angkat dan Sistem Drainase Benteng Van den Bosch, Ngawi, Jawa Timur Tahun 2018

Dibaca Sebanyak : 553 Penelitian tentang Teknologi Jembatan Angkat dan Sistem Drainase di Benteng Van den Bosch telah selesai dilaksanakan. Beberapa hasil yang diperoleh dalam penelitian tersebut terdiri atas: Menemukan padanan kayu seperti yang telah ditemukan pada penelitian tahun 2017 yang lalu. Kayu tersebut diperkirakan merupakan tiang jembatan angkat. Hal ini terkait dengan beberapa data […]

MAKAM RATU MAS MALANG YANG MALANG

Dibaca Sebanyak : 1,510 Komplek Makan Ratu mas Malang merupakan salah satu situs tinggalan dari Amangkurat I atau Amangkurat Agung yang berada di Desa Pleret, Kec.Pleret, Kab. Bantul, DIY pada koordinat S 07°52’13,0″ E110°24’37,5″. Amangkurat I adalah Raja Mataram Islam Putra dari Sultan Agung Hanyokrokusumo yang  memerintah pada tahun 1646-1677 dan berkraton di Pleret. Makam Ratu […]

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa