Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Candi Sirih

Pada tahun 2019, Balar DIY melaksanakan penelitian arkeologi di Candi Sirih, buku mengenai Candi Sirih dapat di akses melalui tautan http://repositori.kemdikbud.go.id/20176/.

Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang “dianggap” gersang, selain Kabupaten Gunungkidul, tetangganya. Keduanya terletak di kawasan Pegunungan Seribu. kegersangan tersebut ternyata menyimpan tinggalan budaya masa lalu yang sangat menarik, yaitu Candi Sirih, selain tinggalan masa klasik lainnya seperti yoni, nandi, arca, dan struktur sisa bangunan kuna. Candi Sirih dibuat dari batu tufa atau batu putih, merupakan batu yang banyak dijumpai di kawasan Sukoharjo.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat pada waktu itu telah memiliki kemampuan dalam mengolah lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, salah satunya dalam membangun tempat ibadah mereka. Meskipun penggunaan batu putih dalam membangun sebuah candi “dianggap” tidak layak, tidak seperti Candi Prambanan yang menggunakan batu andesit. Dengan adanya Candi Sirih di Dukuh Kersan, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru,Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat yang berhubungan dengan spiritual. Sebab keberadaan bangunan suci (Candi Sirih) merupakan bagian integral dari sebuah permukiman.
Sumber: Sugeng Riyanto

Updated: January 15, 2021 — 2:23 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa