Balai Arkeologi Provinsi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Tembikar

Tembikar adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk kemudian dibakar untuk kemudian dijadikan alat-alat yang berguna membantu kehidupan manusia. Tembikar diperkirakan telah ada sejak masa prasejarah, tepatnya setelah manusia hidup menetap dan mulai bercocok tanam. Situs-situs arkeologi di indonesia, telah ditemukan banyak tembikar yang berfungsi sebagai perkakas rumah tangga atau keperluan religius seperti upacara dan penguburan. Tembikar yang paling sederhana dibentuk dengan hanya menggunakan tangan, yang berciri adonan kasar dan bagian pecahannya dipenuhi oleh jejak-jejak tangan atau jari manusia, selain itu bentuknya kadang tidak simetris. Selain dibuat dengan teknik tangan, tembikar yang lebih modern dibuat dengan menggunakan tatap-batu dan roda putar.

Kotagede dikenal sebagai situs tempat berdirinya Kerajaan Mataram Islam, Panembahan Senopati yang mendirikan istananya pada tahun 1575. Nama Kotagede berasal dari Kota berarti kota dan Gede berarti Besar, jadi Kotagede adalah kota besar.

Pada Tahun 2007, Balarjogja pernah mengadakan penelitian ekskavasi untuk mencari bekas peninggalan masa Mataram Islam. Pada penelitian tersebut telah ditemukan fragmen keramik, fragmen tembikar dan struktur bata. Tembikar yang digunakan sebagai alat keperluan sehari-hari biasanya jenis periuk, cawan, piring, kendi, dan tempayan. Semuanya banyak digunakan sebagai untuk wadah makanan/air. Salah satu temuan tembikar dari kota gede ini adalah bagian dari periuk, dengan motif bergaris pada bagian tepian atau bibir.

Updated: October 9, 2020 — 1:44 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa