Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Motif Batik dari Aspek Dekoratif Bangunan Candi

Prambanan adalah salah satu kawasan potensial sebagai kawasan pengembangan penelitian arkeologi, sejarah, dan kebudayaan, dengan point of interest berupa situs-situs candi. Wilayah ini tidak hanya kaya akan jumlah candi, tetapi juga keragamanya, yang antara lain meliputi candi Hindu dan candi Buddha, candi dalam wujud kompleks maupun tunggal, serta keragaman berdasarkan ukurannya. Aspek dekoratif di bangunan candi-candi tersebut tidak seragam, dilihat dari aspek jenis, bentuk, kuantitas, maupun penempatannya. Oleh karena itu, menjadi penting artinya untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan estetik heritages ini melalui pengembangan dokumen digital interaktif.

Di sisi lain, batik Bayat yang pernah mengalami masa kejayaan di tahun 1960-an hingga 1970-an, sempat menjadi salah satu ikon yang signifikan bagi Kabupaten Klaten. Pola unggulan yang mencirikan Batik Bayat waktu itu adalah “alas-alasan” berupa hiasan yang menggabungkan antara unsur flora dan fauna. Namun, sejak akhir 1970-an, Batik Bayat seperti tenggelam dalam arus ekonomi dan industri modern yang begitu deras, termasuk industri batik, dan saat ini yang tersisa tidak lebih dari lima perajin
Melalui penelitian dan pendokumentasian aspek dekoratif pada candi dan arca di Prambanan dan sekitarnya, salah satu keluarannya adalah hasil analisis berupa pemilahan bentuk-bentuk hiasan yang dapat konversi menjadi pola batik.

Info selengkapnya dapat diakses melalui https://arkeologijawa.kemdikbud.go.id/2019/06/24/batik-candi-on-click/

Updated: October 2, 2020 — 8:08 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa