Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Kjokkenmoddinger

Kjokkenmoddinger merupakan istilah arkeologis untuk menyebut sampah dapur. Di Indonesia sendiri kjokkenmodinger digunakan untuk menyebut timbunan sampah kerang yang banyak ditemukan di pesisir Sumatera bagian utara. Sampah kerang ini telah terbentuk sejak masa prasejarah dan sering disebut juga dengan istilah shell midden.Cangkang kerang merupakan ekofak yang banyak ditemukan dalam situs-situs arkeologi terutama pada situs hunian gua yang berada di wilayah pesisir dan tepian sungai. Kerang merupakan sumber daya yang banyak dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber pangan.

Beberapa cangkang kerang juga dimanfaatkan oleh masyarakat prasejarah untuk pembuatan artefak baik berupa alat (alat potong, serut, lancipan, mata kail) maupun untuk perhiasan dan alat tukar. Temuan ekofak cangkang kerang juga penting untuk memahami bagaimana kemampuan jelajah dan eksploitasi manasia, karena kerang memiliki habitat tetentu dan beberapa spesies juga akan memeiliki populasi berlimpah pada musim tertentu.

Penelitian Balai Arkeologi DIY tahun 2019 yang memiliki banyak temuan ekofak dan artefak cangkang kerang adalah ekskavasi di Situs Song Pedang (Gunung Kidul) dan Situs Gua Arca (Sumenep). Cangkang kerang yang ditemukan dari penelitian di kedua situs ini berkonteks dengan arang sisa pembakaran dan temuan ekofak lain serta beberapa artefak.

Updated: September 9, 2020 — 2:50 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa