Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

SETTING OKUPASI DAS BAKSOKO, PACITAN

Penelitian menelusuri Sungai Baksoko, Kabupaten Pacitan untuk mengetahui bagian lahan mana saja yang memiliki potensi arkeologi sangat menarik, looch. Selain survei tidak terasa lelah karena jalan-jalan di sepanjang sungai banyak tumbuhan rindang yang membuat teduh lingkungan sekitarnya, juga banyak jenis batuan yang warna-warni dengan bentuk yang unik. Kadang batuan tersebut bukan artefak batu (alat Paleolitik), namun menarik dan bagus sebagai hiasan.

View this post on Instagram

SETTING OKUPASI DAS BAKSOKO, PACITAN (Juli 2019) Penelitian menelusuri Sungai Baksoko, Kabupaten Pacitan untuk mengetahui bagian lahan mana saja yang memiliki potensi arkeologi sangat menarik, looch. Selain survei tidak terasa lelah karena jalan-jalan di sepanjang sungai banyak tumbuhan rindang yang membuat teduh lingkungan sekitarnya, juga banyak jenis batuan yang warna-warni dengan bentuk yang unik. Kadang batuan tersebut bukan artefak batu (alat Paleolitik), namun menarik dan bagus sebagai hiasan. Sungai Baksoko merupakan sungai yang banyak ditemukan artefak batu Paleolitik (kapak perimbas, kapak penetak, kapak genggam), beberapa terutama di bagian hilir Sungai Baksoko yaitu Kali Maron, banyak ditemukan alat batu Mesolitik – Neolitik (beliung persegi). Meskipun ditemukan di lingkungan yang sama di Sungai Baksoko, namun alat-alat batu tersebut sangat berbeda masa perkembangannya, teknologi Paleolitik pada Kala Pleistosen, sedangkan teknologi Neolitik berkembang Kala Holosen. Selain itu, beberapa bagian tertentu di sepanjang Sungai Baksoko, ada juga yang blank tidak ada temuan arkeologis. Sepanjang Sungai Baksoko banyak informasi yang dapat dikaji secara multi disiplin arkeologi, geologi, dan biologi ekologi. Susunan lapisan tanah (stratigrafi) memberikan informasi proses pengendapan, jenis-jenis batuan memberikan informasi tentang paleoiklim dan ekologi. Selain itu, informasi tentang letusan gunung berapi purba pun dapat dipelajari dengan menelusuri Sungai Baksoko dari pengamatan lapisan tanah dan material batuan yang tersingkap pada tebing-tebing sungai. Menarik khan dengan menelusuri sungai purba banyak ilmu yang terkandung di dalamnya baik ilmu eksakta maupun budaya. #Seninformatif #BalarJogja #ArkeologiJawa

A post shared by Balai Arkeologi DIY (@balarjogja) on

Updated: March 5, 2020 — 1:12 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa