Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Profil Kepala Balar DIY 1980-1980 Dr. Goenadi Nitihaminoto

Dr. Goenadi Nitihaminoto adalah seorang peneliti senior di Balai Arkeologi D.I. Yogyakarta. Beliau lahir di Tuban, pada 12 November 1943. Perjalanan karir beliau dimulai sejak tahun 1971 sebagai Pegawai negeri Sipil pada proyek Penelitian Purbakala D.I. Yogyakarta dan menjabat Kepala Kantor Balai Arkeologi pada tahun 1980 hingga 1989. Dr. Goenadi Nitihaminoto mulai meniti karier sebagai peneliti bidang arkeologi prasejarah pada tahun 1989 hingga tahun 2008.

View this post on Instagram

Dr. Goenadi Nitihaminoto adalah seorang peneliti senior di Balai Arkeologi D.I. Yogyakarta. Beliau lahir di Tuban, pada 12 November 1943. Perjalanan karir beliau dimulai sejak tahun 1971 sebagai Pegawai negeri Sipil pada proyek Penelitian Purbakala D.I. Yogyakarta dan menjabat Kepala Kantor Balai Arkeologi pada tahun 1980 hingga 1989. Dr. Goenadi Nitihaminoto mulai meniti karier sebagai peneliti bidang arkeologi prasejarah pada tahun 1989 hingga tahun 2008. . Pada tahun 1972 beliau mulai melakukan penelitian intensif di Situs Gunungwingko hingga tahun 1990. Dalam kurun 18 tahun penelitian intensif tersebut telah menghasilkan berbagai temuan arkeologis yang berkaitan dengan kepurbakalaan Situs Gunungwingko baik berupa data artefaktual maupun ekofaktual. Penelitian beliau juga didukung oleh ahli bidang lain seperti geomorfolog, paleoantropolog, sehingga penelitian beliau menjadi semakin komprehensif. Pada tahun 2001, rangkaian penelitian intensif beliau kemudian disarikan menjadi satu tulisan ilmiah untuk perolehan gelar Doktor beliau di Universitas Gadjah Mada. Tulisan tersebut berjudul “Situs Gunungwingko: Sebuah Rekonstruksi Kehidupan Masyarakat Akhir Masa Perundagian”. Selepas purna tugas pada tahun 2009, Bapak Goenadi masih terus mengabdi pada bidang ilmu Arkeologi. Tanggal 12 Oktober 2018, beliau berpulang dan meninggalkan kesan baik kepada seluruh koleganya. #BalarJogja #ArkeologiJawa #SabtuBersamaBalar

A post shared by Balai Arkeologi DIY (@balarjogja) on

Updated: March 5, 2020 — 1:00 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa