Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Konsumsi Sirih Pinang Dan Patologi Gigi Pada Masyarakat Prasejarah Lewoleba Dan Liang Bua, Di Nusa Tenggara Timur, Indonesia

Mengkonsumsi sirih pinang adalah kebiasaan di wilayah Asia hingga Pasifik. Sirih pinang menyisakan jejak warna coklat kemerahan (dental stain) pada gigi geligi. Dental stain banyak diidentifikasi pada gigi geligi sisa rangka prasejarah, misalnya di Thailand dan Vietnam. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengunyah sirih pinang dapat mengakibatkan penyakit pada gigi dan rongga mulut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan mengkonsumsi sirih pinang dengan timbulnya patologi gigi geligi pada gigi geligi dari rangka prasejarah masyarakat Lewoleba dan Liang Bua. Sebanyak 10 individu diperiksa dengan menggunakan metode makroskopik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sirih pinang (berdasarkan dental stain) diikuti dengan atrisi, periodontitis bahkan antemortem tooth loss.

Artikel dapat do download di : Berkala Arkeologi

Updated: January 15, 2020 — 3:14 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa