Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

MIGRASI PLIO-PLESTOSEN PADA POROS BUMIAYU-PRUPUK-SEMEDO

Kedatangan dan Persebaran Manusia dan Mamalia Tertua di Pulau Jawa

Penelitian ini merupakan penelitian terkini tentang kedatangan fauna pertama di Pulau Jawa di daerah Bumiayu, (Kabupaten Brebes, Jawa Tengah), yang kemudian diperluas hingga Prupuk dan Semedo (Kabupaten Tegal, Jawa Tengah). Selain ditujukan untuk memahami substansi mengenai migrasi tertua fauna dan manusia di Pulau Jawa, penelitian ini juga bermaksud untuk menjejak kapan mereka datang dan berkembang dalam dimensi ruang dan waktu.

Posisi stratigrafis dan kronologi hasil penelitian tahun 2019 :
manusia, fauna, dan artefak di Bumiayu

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Bumiayu dan Kecamatan Tonjong (Kabupaten Brebes) mendominasi endapan purba yang penuh dengan fosil binatang, yang di Kali Bodas, juga ditemukan 3 pecahan tulang paha manusia, terkait dengan fosil Homo erectus. Fosil-fosil fauna yang ditemukan telah memberikan pemahaman baru tentang kehadiran mammalia di daerah ini setelah batas Plio-Plestosen, dan memberi rumusan biostratigrafi baru, yaitu Formasi Gintung, sebagai strata termuda dibandingkan dengan Fauna Satir dan Fauna Cisaat yang telah dirumuskan oleh para peneliti terdahulu. Oleh karenanya, penelitian ini telah memberikan suksesi biostratigrafis baru sejak Kala Plio-Plestosen di daerah Bumiayu, dari yang paling tua, menjadi: Fauna Satir, Fauna Cisaat, dan Fauna Gintung. Fauna-fauna ini merupakan fauna tertua sejak pengangkatan daerah Bumiayu ke permukaan air lain pada sekitar 2 juta tahun yang lalu.

Akan halnya sisi manusia, penelitian ini memberi hasil yang cukup menggembirakan, yaitu penemuan 3 fragmen tulang paha di dasar Kali Bodas oleh penduduk setempat. Pengamatan bio-morfologis dan bio-metrik terhadap pecahan tulang paha ini menunjukkan tulang paha milik manusia. Kesamaan warna dan tingkatan fosilisasi dengan fosil-fosil fauna di sekitar lokasi penemuan menunjukkan identifikasi sebagai sisa-sisa Homo erectus. Berdasarkan penelitian geologis dan pembuatan korelasi stratigrafis di berbagai endapan sungai purba, temuan sisa manusia ini ditafsirkan berasal dari batuan napal karbonatan di Kali Bodas, yang merupakan litologi bagian bawah Formasi Kali Glagah, tepat berada di atas batas Plio-Plestosen, sekitar 1.8 juta tahun yang lalu. Apabila penafsiran usia relative fosil Homo erectus bumiayuensis ini terkonfirmasi oleh uji pertanggalan radiometric yang saat ini sedang dalam proses, maka temuan ini merupakan bukti akan sisa Homo erectus yang pertama dari Bumiayu, lebih tua dibandingkan dengan Homo erectus dari Sangiran, 1.5 juta tahun yang lalu. Oleh karenanya, penelitian ini telah berhasil memberi kebaruan interpretasi tentang kedatangan dan persebaran fauna dan mamalia tertua di Pulau Jawa: Bumiayu bisa jadi merupakan pendaratan  mereka yang pertama di Pulau Jawa, dibandingkan dengan daerah Jawa Tengah bagian timur dan Jawa Timur yang selama ini diyakini. Kedatangan dan jelajah Homo erectus di Pulau Jawa harus ditinjau ulang, karena penelitian ini telah membuktikan bahwa mereka telah hadir di wilayah yang lebih ke barat.

Updated: December 30, 2019 — 2:32 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa