Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Makam Cina

Bong (Makam Cina) merupakan salah satu tinggalan arkeologis dari etnis Tionghoa di Nusantara. Pembangunan makam harus berpatokan pada fengsui, dan umumnya ditempatkan pada bukit (tempat yang lebih tinggi) serta menghadap ke arah laut. Untuk urusan makam, orang-orang Tionghoa tidak bisa membangunnya secara sembarangan, karena hal itu sangat berhubungan dengan keberuntungan dan keselamatan anggota keluarga yang ditinggalkan.

Begitu pula dengan hiasan yang ditempatkan pada makam.
Naga(lung), Kura-kura(gui), kuda dengan satu tanduk (lin), dan burung phoenix (feng huang) merupakan hewan-hewan cerdas yang memiliki peran penting dalam kebudayaan Tionghoa. Simbol-simbol hewan ini sering disertakan sebagai hiasan pada makam (Ong :1996 dalam Alputila:2014). Salah satu jenis hiasan yang juga sering terdapat pada makam Tionghoa adalah sepasang patung Chi Lin. Chi Lin adalah makhluk mitologis yang berwujud anjing namun berkepala singa, Pada makam Tionghoa hiasan Chi Lin disertakan sebagai pembawa berkah, keselamatan, kesehatan, dan keamanan bagi anggota keluarga yang masih hidup.

Updated: August 27, 2019 — 7:32 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa