Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Arkeologi Pleret, Pusat Pemerintahan Mataram Islam yang Ke 3

Pleret merupakan pusat pemerintahan Mataram Islam yang ke-3, dibangun oleh Amangkurat 1

1. Situs Kedaton
Situs Kedaton mengacu toponim mengenai letak Kraton Pleret seperti beberapa komponen di dalam keraton lainnya yaitu Sitinggil, Bangsal Witana, Mandungan, Sri Menganti, Pecaosan, Sumur Gumuling, Masjid Panepen, Prabayeksa, bangsal kencana, Bangsal Kemuning, Bangsal Manis, Gedongkuning, dan tempat tinggal abdi dalem Kedhondhong. Van Goens menyebutkan bahwa keraton berbentuk belah ketupat dan luasnya adalah 600 Meode (2.256 m)

Situs Kedaton mengacu toponim mengenai letak Kraton Pleret seperti beberapa komponen di dalam keraton lainnya yaitu Sitinggil, Bangsal Witana, Mandungan, Sri Menganti, Pecaosan, Sumur Gumuling, Masjid Panepen, Prabayeksa, bangsal kencana, Bangsal Kemuning, Bangsal Manis, Gedongkuning, dan tempat tinggal abdi dalem Kedhondhong. Van Goens menyebutkan bahwa keraton berbentuk belah ketupat dan luasnya adalah 600 Meode (2.256 m)

Kraton Pleret atau Ngeksiganda hancur pada tahun 1600j, yang disebabkan oleh perang Trunaja (Serat Babad Momana). Perang ini menyebabkan Susuhan Mangkurat 1 melarikan diri, dan kemudian meninggal di Tegal.
Maka, Susuhan Amnagkurat 1 dikenal pula dengan sebutan Susuhan Tegalwangi

2. Masjid Kauman Pleret pada awal penemuannya hanya berupa mighrab dan beberapa umpak batu. Masjid Kauman Pleret mempunyai pembagian ruang yaitu bangunan inti / Liwan berukuran 40×40 m berupa ruang tanpa sekat mengacu keberadaan umpak soko guru dan serambi.

Berdasarkan temuan umpak sebanyak 22 dari 36 yang masih tersisa diduga mempunyai atap bertingkat lima karena tingkat lima merupakan sebuah keistimewaan kerajaan
Keberadaan mighrab mempunyai indikasi yang lebih tinggi dari lantai masjid yang berbahan batu putih.

Pada sisi selatan mighrab terdapat indikasi adanya pintu masuk sebagai penghubung masjid dengan halaman belakang masjid.
Pada sisi utara bagunan inti terdapat indikasi adanya pintu masuk. Hasil penelitian tahun 2007 memperoleh data berupa dugaan keberadaan kuncungan yang dilengkapi dengan pintu kayu jagang masjid

Updated: July 1, 2019 — 4:12 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa