Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Pajang, Kotagede, dan Kerta

Kotagede merupakan ibukota Mataram Islam yang pertama, Mataram Islam berawal dari Kadipaten yang dibangun oleh Ki Ageng Pemanahan pada tahun 1575, yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajang.

Adiwijaya sebagai Raja Pajang menganugerahkan tanah pardikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai imbalan atas jasanya membantu penyelesaian pemberontakan Arya Penangsang sebagai wilayah bawahan Pajang, Kadipaten Mataram memiliki kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi seperti melakukan paseban sebagai tanda setia mengirim upeti, dan mengirim pasukan bantuan bila Pajang sewaktu-waktu membutuhkan bantuan

Kotagede dijadikan sebagai pusat pemerintahan Mataram Islam selama dua periode yaitu pada masa : Panembahan Senopati, dan Anyokrowati (Panembahan Sedo Krapyak)


Kerta

Sultan Mataram Islam yang memerintah pada tahun 1613-1645. Naik takhta dalam usia 20 tahun menggantikan adiknya, Adipati Martapura, yang menjadi Sultan Mataram hanya selama satu hari. Ia sebenarnya adalah Sulatan ke-empat Kesultanan Mataram, namun dianggap sebagai Sultan ke-tiga karena adiknya yang menderita tuna grahita diangkat hanya sebagai pemenuhan janji ayahnya. Dibawah kepemimpinannya, Matram berkembang menjadi kerajaan terbesar di Jawa dan Nusantara pada saat itu.

  • 1617 : Mulai membangun istana baru di desa Kerta yang kelakmulai ditempati pada tahun 1618
  • 1625 : Menaklukkan Surabaya, yang suplai pangannya diputus. Kelaparan membuat kota ini jatuh, dan bukan karena pertempuran
  • 1628 : 10.000 prajurit menyerang Batavia. Perang besar terjadi di benteng Holandia. Mereka kalah karena perbekalan kurang
Updated: June 19, 2019 — 3:20 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa