Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Budaya Megalitik di Banyuwangi Dalam Konteks Persebaran Budaya Megalitik di Jawa Timur

Penelitian ini berlokasi di Situs Mulyosari, Afdelling Mulyosari, Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Subjek penelitian ini adalah tinggalan-tinggalan megalitik yang ada di Situs Mulyosari. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap budaya megalitik di Kabupaten Banyuwangi dan hubungannya dengan daerah lain di kawasan ujung timur Jawa dalam konteks pemujaan terhadap leluhur pada masa itu. Sasaran penelitian ini adalah tinggalan-tinggalan megalitik yang terdapat di Situs Mulyosari.

Adanya korelasi isu berkembangnya agama dan kepercayaan leluhur dengan budaya megalitik sebagai subjek penelitian merupakan signifikansi dati penelitian ini. Penelitian ini menyumbangkan hasil penelitian dengan tema “Kebhinekaan” yang dapat memberikan gambaran kehidupan beragama dan berkepercayaan pada masa lampau. Bukti mutlak yang dibutuhkan untuk mendukung adanya konsep ini adalah tinggalan-tinggalan budaya megalitik yang ada di wilayah Banyuwangi, khususnya di Situs Mulyosari. Gambaran mengenai kosep pemujaan terhadap leluhur melalui bangunan monumental yang diperoleh melalui ekskavasi dan survei selama penelitian berlangsung. Untuk membuktikan adanya keragaman konsep beragama dan pemujaan terhadap leluhur tentunya diperlukan pertanggalan akurat yang menunjukkan adanya budaya megalitik yang semasa dengan berkembangnya agama negara pada masa itu. Oleh karena itu, pertanggalan diperoleh melalui analisis pertanggalan karbon melaui sampel arang yang diperoleh dari ekskavasi. Bila tidak terpenuhi atau terdapat kendala, pertangalan dilakukan dengan membandingkan benda-benda megalitik yang ada di Situs Mulyosari dan di Situs-situs lain di wilayah ujung Timur Pulau Jawa, seperti Bondowoso, Probolinggo, Lumajang, dan Situbondo.

Kotak Ekskavasi S1B1 di Sektor V
Kotak ekskavasi S1T2 di Sektor I

Untuk memperoleh tujuan tersebut, dilakukan teknik pengumpulan data berupa ekskavasi, survei, dan pemetaan Ekskavasi dilakukan di Sektor I dan Sektor II (detail kotak ekskavasi dicantumkan pada laporan harian ekskavasi). Survei dilakukan di sektor IV dan V sebagai acuan untuk melakukan ekskavasi berikutnya. Pemetaan dilakukan di Sektor II dengan tujuan melanjutkan pemetaan tahun 2018. Ekskavasi yang dilakukan di Sektor I, yaitu di kotak S1T2 diperoleh hasil berupa struktur batu yang berdekatan dengan dolmen yang dibuka tahun 2018 lalu. Di strukturbatu ini ditemukan fragmen gerabah, arang, dan tulang, serta manik-manik. Ekskavasi yang dilakukan di Sektor V, yaitu di kotak S1B1 ditemukan struktur batu yang menyerupai dolmen. struktur ini harus dipastikan lagi dalam ekskavasi tahap berikutnya. Temuan gerabah di kotak ini cenderung minim jika dibandingkan dengan kotak ekskavasi di Sektor I.

Temuan manik-manik dari Kotak S1T2
Updated: May 29, 2019 — 8:36 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa