Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Bunga Rampai, Bhumi Wurawan

Kalimat Bhumi Wurawan hingga kini masih sering diperdebatkan dan menjadi silang pendapat di antara para ahli. Kalimat ini pertama kali muncul dalam goresan  lempengan tembaga, prasasti Malurung yang dikeluarkan oleh Sri Maharaja Dhiraja Kertanagara Wikrama Dharmmotunggadewa pada tahun 1255 M. Menurut Prasasti ini Wurawan adalah ibu kota atau pusat pemerintahan kerajaan Glang-Glang dengan rajanya bernama Jayakatyang. Kertanegara merupakan sosok raja Jawa pertama yang berambisi menyatukan seluruh wilayah Nusantara. Namun di akhir hayatnya, ambisi itu gagal. Kertanagara terbunuh dalam pemberontakan yang dipimpin oleh Jayakatyang Bupati Glang-Glang.

Bunga rampai berjudul “Bhumi Wurawan” ini merupakan hasil penelitian mendalam para peneliti Balai Arkeologi D.I Yogyakarta yang berangkat dari kegelisahan tentang betapa rumitnya merajut benang kusut bernama sejarah kuna Indonesia.

Buku ini berisi beberapa makalah antara lain :

  1. Kemungkinan Situs Ngurawan sebagai Bekas Kerajaan Kuna, Berdasarkan Data Arkeologi
  2. Nuansa Permukiman Masa Majapahit  di Situs Ngurawan
  3. Ragam Data Artefaktual Situs Ngurawan
  4. Toponim di Sekitar Kawasan Situs Ngurawan Madiun
  5. Kajian Sejarah Negara Glang-Glang di Bhumi Wurawan
  6. Jejak-jejak Tinggalan Bercorak Islam di Kabupaten Madiun

(Pengantar Editor : Bambang Sulistiyanto)

Untuk mendownload versi lengkap buku ini bbisa diakses di : http://repositori.kemdikbud.go.id/9795/

Updated: May 23, 2019 — 4:37 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa