Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Benteng Dulu, Kini, dan Esok

Buku ini merupakan Bunga Rampai yang mengulas Benteng peninggalan jaman kolonial yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Daftar ini buku :

  • Benteng d Sumatera Bagian Utara dan Perspektif Penelitiannya
  • Benteng Kuto Besak dari Keraton Hingga Instalasi Militer
  • Benteng Tarakan : Keseimbangan Antara Kepentingan Politik dan Pelestarian
  • Benteng-benteng Kolonial Eropa di PUlau Ternate
  • Penilaian Skala Prioritas dan Reviitalisasi Kawasan Benteng Kolonial
  • Potret Benteng Vastenburg Kemarin, Kini, dan Akan Datang
  • Reinkarnasi Vastenburg : Tinjauan Psikologi Arsitektur Menyoal Memori Kolektif Masyarakat Surakarta
  • Benteng Vastenburg dan Benteng-Benteng Kolonial Lainnya dalam Perbandingan
  • Kehidupan di Balik Tembok Benteng di MAsa Lampau : Hasil Penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta di Benteng SUmenep dan Benteng Lodewijk, Jawa Timur

Salah satu peninggalan arkeologi dari masa kolonial Belanda di Indonesia adalah sejumlah benteng pertahanan, yang sisanya masih cukup banyak tersebar di bberbagai wilayah. Mereka merupakan saksi masa lalu yang mempunyai peran dalam pembentukan sejarah bangsa.

Oleh karenanya, benteng-benteng tersebut memiliki nilai pentinng bagi penelitian, karena mereka mengandung banyak aspek untuk diungkapkan, baik dari sisi rancang bangun, latar belakang lokasi pendiriannya, sistem pertahanan pada masanya, kehidupan di balik tembok-temboknya, kisah-kisah perlawanan serta perjungan yang melatari pendiriannya, dan lain sebagainya.

Sebagian besar benteng yang masih tersisa saat ini berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Upaya-upaya pelestarian sangat dibutuhkan untuk mencegah agar kondisi benteng-benteng itu tidak bertambah rusak, sehingga di masa mendatang benteng-benteng tersebut tetap dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan yang berguna bagi masyarakat luas.

Updated: May 8, 2019 — 1:29 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa