Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Aktivitas Kemaritiman di Selat Muria Sekitar Abad VII-XVI M (Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Kudus)

Salah satu lokasi ekskavasi situs Medang, Banjarejo, Grobogan

Selat Muria adalah wilayah perairan yang dahulu memisahkan daratan utara Jawa Tengah dengan Gunung Muria. Akibat endapan fluvio-marin, wilayah perairan tersebut berubah menjadi daratan, yang sekarang menjadi wilayah Kabupaten Kudus, Grobogan, Pati dan Rembang. Selat Muria dahulu adalah jalur transportasi dan perdagangan yang ramai dilalui, yang menghubungkan masyarakat Jawa Kuna dengan masyarakat pulau-pulau lain. Penelitian ini adalah penelitian maritim yang dilaksanakan untuk mengetahui aktivitas kemaritiman di Selat Muria  melalui jejak-jejak arkeologi yang ditinggalkan.

Pelaksanaan ekskavasi di situs Medang, Desa Banjarejo, Kec. Gabus, Grobogan

Penelitian ini mengkaji situs-situs arkeologi yang dapat menggambarkan aktivitas-aktivitas kemaritiman, antara lain situs hunian, bandar pelabuhan kuna, situs hunian, perahu kuno, situs pembuatan garam dan aktivitas kemaritiman lainnya. Tahap pertama penelitian ini dilaksanakan tahun lalu, dengan fokus area penelitian di Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati. Sebagai kelanjutannya, penelitian tahun ini dilaksanakan pada tanggal 20 Maret hingga 8 April di Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Kudus. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi penjajagan (reconnaissance) dan pengumpulan data di lapangan. Penjajagan dilakukan dengan studi pustaka, kajian peta, serta data tertulis berupa babad-babad. Pengumpulan data di lapangan dilakukan melalui survei dan ekskavasi untuk mencari tinggalan arkeologis yang berkaitan dengan aktivitas kemaritiman dan lingkungannya.

Klenteng kuna di Kudus

Penelitian di Kabupaten Rembang difokuskan pada penelusuran jejak-jejak hunian di sekitar Selat Muria, dengan melaksanakan ekskavasi di Situs Medang. Situs ini terletak di Dusun Medang, Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan. Ekskavasi dilakukan dengan membuka beberapa kotak uji di tiga sektor di area Situs Medang. Sistem yang digunakan adalah sistem spit dengan interval 20 cm. Temuan yang diperoleh dari ekskavasi di Situs Medang ini didominasi oleh fragmen gerabah dan keramik. Selain itu juga ditemukan cukup banyak fragmen tulang dan gigi binatang, serta sebuah fragmen perhiasan berbahan emas. Hasil ekskavasi ini menunjukkan indikasi kuat bahwa Situs Medang adalah hunian kuno yang diperkirakan berkaitan dengan aktivitas di Selat Muria karena lokasinya berada tepat di sisi selatan selat tersebut. Sementara itu, penelitian di Kabupaten Kudus difokuskan pada survei peninggalan arkeologi yang menunjukkan jejak aktivitas kemaritiman. Beberapa di antaranya adalah bekas pelabuhan di dekat klenteng Hok Hien Bio, bekas pembuatan garam, dan toponim-toponim sungai.  

Lokasi bekas pembuatan garam merah kuna dan Bledug Kuwu di Gorobogan
Air asin Wonocolo, Kabupaten Kudus
Updated: April 23, 2019 — 7:33 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa