Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Executive Report Penelitian Penjajagan Situs Sekaran

Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta telah melaksanakan penelitian penjajagan Situs Sekaran pada 10 – 16 April 2019. Tujuan penelitian adalah untuk melengkapi hasil ekskavasi penyelamatan Situs Sekaran oleh BPCB Provinsi Jawa Timur dan untuk memperoleh gambaran potensi akademis untuk pengembangan penelitian.

Adapun hasil penelitian penjajagan Situs Sekaran adalah :

  1. Pembukaan kotak gali sebanyak 4 kotak di Grid 1’A sebanyak 2 kotak (S2 B1 dan S2 B2), grid 2D 1 kotak (U5 T3), grid 1’A – 1’B 1 kotak (S4 B2 – S5 B2)
  2. Struktur bata yang telah terekspos hanya tersisa 1 – 5 lapis yang merupakan bagian dari pondasi bangunan yang tersisa. Dimensi bata yang digunakan berukuran panjang 30 – 36 cm; lebar 19 – 20 cm; dan tebal 6-8 cm.
  3. Sistem sambungan antar bata sebagian besar menggunakan sistem spesi dan adanya indikasi penggunaan ulang bata (re use) pada struktur di Situs Sekaran.
  4. Kronologi / pertanggalan absolut dengan berusaha memperoleh data carbon di Situs Sekaran tidak berhasil diperoleh dikarenakan lapisan budayanya sudah disturb; namun pertanggalan relatif Situs Sekaran mengacu pada hasil kajian BPCB Trowulan berdasarkan ukuran bata dan temuan artefak di sekitar situs Sekaran yaitu pada masa pra Majapahit hingga Majapahit.
  5. Mengacu pada struktur bata yang telah terekspos diinterpretasikan bahwa situs Sekaran merupakan situs bangunan suci yang mempunyai karakter bangunan berteras, yang mana lokasi Situs Sekaran merupakan lokasi teras tertinggi/ teras utama.
  6. Keberadaan Situs Sekaran terbagi dalam 4 fase yaitu :
  • Fase 1
    Fase Situs Sekaran digunakan dan dimanfaatkan masyarakat pendukung budaya di Situs Sekaran pada masa lalu.
  • Fase 2
    Fase Situs Sekaran ditinggalkan atau tidak digunakan lagi
  • Fase 3
    Fase Situs Sekaran mengalami pengrusakan secara masif pencarian benda-benda kuna, pembuatan semen merah, dan pengolahan lahan
  • Fase 4
    Fase Situs Sekaran ditemukan kembali

Beberapa rekomendasi yang diusulkan mengacu pada hasil penelitian penjajagan Situs Sekaran ini yaitu:

  1. Bidang Penelitian,
    Dipandang perlu kepada Balai Arkeologi D.I. yogyakarta sebagai leading sector bidang penelitian di wilayah D.I Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah & Jawa Timur melakukan kegiatan penelitian lanjutan (Explanation Research) di Situs Sekaran dengan mengalokasikan waktu yang lebih panjang dengan menggandeng berbagai disiplin ilmu.
  2. Bidang Pelestarian:
  • BPCB Jawa Timur agar terus menindakanjuti kegiatan pelestarian situs Sekaran dengan berkoordinasi dengan stakeholder terkait
  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang agar menyusun program pengembangan situs Sekaran, berkoordinasi dengan BPCB Jawa Timur
  • PT Jasa Marga Pandaan Malang segera menindaklanjuti untuk melakukan pembuatan bangunan peneduh di Situs Sekaran untuk mencegah kerusakan struktur bata yang telah terekspos.
  • Pemerintah Desa Sekarpuro sebagai ujung tombak terdepan untuk kegiatan pelestarian yaitu pengamanan dan pengembangan Situs Sekaran
  • Jurusan Sejarah FIS Universitas Negeri Malang dapat memanfaatkan keberadaan Situs Sekaran sebagai open site laboratory.
Proses dokumentasi kotak S2 B2 Grid 1’A
Proses ekskavasi di kotak S2 B2 Grid 1’A
Penggambaran kotak U5 T3
Ekskavasi di kotak U5 T3
Pengukuran irisan struktur bata
Pengukuran detil bata di kotak S4 B2
Peneduh yang dapat dipindahkan untuk menjaga struktur bata
Penambahan pagar bambu untuk menjaga area temuan
struktur bata Situs Sekaran
Updated: April 18, 2019 — 5:14 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa