Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Buku Pengayaan Fauna Vertebrata Prasejarah

Fauna Vertebrata Prasejarah merupakan sebuah buku pengayaan yang ditujukan untuk kalangan siswa sekolah menengah yang diterbitkan oleh Balai Arkeologi D.I Yogyakarta dalam kegiatan Rumah Peradaban 2017, buku ini di tulis oleh Indah Asikin N dan Siswanto dengan latar belakang bidang keilmuan  Prasejarah.

Menilik isi buku mengenai kondisi geografis – geologis Kepulauan Indonesia hingga lingkungan budaya pada masa prasejarah, selain substansi utama berupa jenis fauana nya, buku ini dapat memperkaya beberapa mata pelajaran sekaligus seperti sejarah, biologi, dan geografi (Sambutan Kepala Balai Arkeologi DIY ).

Buku ini sendiri terdiri atas beberapa BAB antara lain :

  1. Geografi Masa Lalu Kepulauan Indonesia

  2. Plistosen – Plistosen (Awal Migrasi)

  3. Plistosen Tengah (Munculnya Jembbatan Darat)

  4. Plistosen Akhir (Naiknya Muka Air Laut)

  5. Patiayam, Situs Plistosen Penyimpan Ribuan Fosil Fauna

  6. Rekonstruksi Lingkungan – Budaya Manusia Purba

  7. Jenis – Jenis Fauna Awal Holosen

  8. Rekonstruksi Lingkungan – Budaya Manusia Prasejarah

Buku Fauna Vertebrata Prasejarah ini dilengkapi dengan ilustrasi yang sangat menarik, dengan menonjolkan animasi dan halaman penuh warna yang atraktif serta tidak membosankan, harapan kami semoga buku pengayaan ini dapat bermanfaat untuk kemajuan pengetahuan Indonesia.

 

Kehidupan manusia masa prasejarah berlangsung sejak Kala Plistosen  (Jutaan tahun yang lalu ) hingga Kala Holosen (puluhan ribu tahun yang lalu). Pada Kala Plistosen, bumi masih mengalami proses geologis glasial dan interglasial. Hal tersebut menjadikan adanya arus migrasi dan evolusi fauna disebabkan perubahan lautan menjadi daratan atau sebaliknya. Kehidupan kala itu, kondisi alam sangat berpengaruh pada pola hidup manusia yang masih sangat bergantung pada ketersediaan sumber daya alam, baik untuk makanan  maupun bahan baku peralatan. Manusia yang hidup Kala Plistosen adalah manusia purba, dalam evolusi manusia disebut Phitecantropus sampai Homo erectus. Adapun manusia yang hidup Kala Holosen, ketika kondisi alam sudah seperti saat ini adalah Homo sapiens.

Updated: May 7, 2019 — 6:52 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa