Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Arsitektur Candi Kedungsari dan Candi Randuagung di Kabupaten Lumajang

1. Pendahuluan
Mengacu hasil data dari BPCB Trowulan sebaran tinggalan arkeologi di Kabupaten Lumajang sejumlah 96 buah. Beberapa tinggalan arkeologi antara lain tersebar di 9 kecamatan yaitu:

  • Kecamatan Sukodono (Situs Biting, Situs Lemah Gatel, Situs Kebonagung, Situs Sumberdawung)
  • Kecamatan Lumajang (Situs Boreng)
  • Kecamatan Yosowilangun (Situs Krai Sentono, Situs Meleman)
  • Kecamatan Kunir (Situs Kunir, Situs Kedungmoro)
  • Kecamatan Klakah (Situs Candi Tegal Randu)
  • Kecamatan Randuagung (Situs Pajarakan, Situs Candi Randuagung)
  • Kecamatan Gucialit (Situs Watulumpang, Situs Kates)
  • Kecamatan Candipuro (Situs Candi Gentongputri/Candipuro)
  • Kecamatan Senduro (Situs Karanganom, Situs Pasrujambe, Situs Kandangan, Situs Krajen, Situs Burno, Situs Ranu Kumbolo, Situs Arcopodo).

Temuan Struktur bata pada tahun 2013 di Dusun Kedungsari, Desa Kedung Moro, Kecamatan Kunir menunjukkan ada temuan permukaan struktur bata berukuran 8×8 meter persegi. Selain itu ada temuan ragam hias pada bata, suluran, serta relief tokoh yang teridentifikasi Gana, relief kuda, serta Cangka.Pada awal tahun 2015, Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan ekskavasi di Kedungsari dan memperoleh informasi bahwa struktur bata yang ditemukan merupakan sebuah bangunan candi berbahan bata berukuran 6,5 meter x 6,5 meter dan tinggi bangunan 1,08 meter. Bangunan yang berlatar belakang Hinduistis ini dengan kronologi relatif diduga masa Majapahit sekitar abad XIII – XVI Masehi, yang kemudian bangunan candi ini disebut Candi Kedungsari berdasarkan lokasi ditemukannya candi tersebut.

Selain Candi Kedungsari, Candi Randuagung atau Candi Agung yang terletak di di Desa Randuagung, Kecamatan Randuagung ini menarik juga untuk diteliti. Penelitian di Candi Randuagung ini diawali oleh Dinas Purbakala pada tahun 1954, kemudian pada tahun 1988 SPSP Jawa Timur (sekarang BPCB Jawa Timur) melakukan ekskavasi, dan pada tahun 1990 Puslitarkenas melakukan survei di Candi Randuagung.

Kegiatan penelitian pada tahun 2016 ini bertujuan untuk mengetahui arsitektur candi Kedungsari dan candi Randuagung.

2. Hasil Kegiatan
Hasil kegiatan penelitian arsitektur Candi Kedungsari dan Candi Randuagung yang dilaksanakan pada tanggal 10 – 23 Agustus 2016 yaitu:
a. Candi Kedungsari

  • Membuka 6 kotak ekskavasi untuk memperoleh data mengenai bangunan pagar candi Kedungsari
  • Data artefaktual yang ditemukan berupa relief gajah, relief komponen bangunan, antefik, dan beberapa bata berprofil
  • Candi kedungsari mempunyai denah bangunan 6,5 meter x 6,5 meter dengan identifikasi bagian kaki candi (pondasi)
  • Temuan artefaktual mengindikasikan bahwa bangunan candi kedungsari pernah mempunyai bagian tubuh candi dengan adanya beberapa bata berhias dan antefik serta indikasi bagian pintu masuk candi dengan adanya temuan relief gajah.
  • Faktor alam berupa erupsi Gunung Semeru yang diduga sebagai penyebab runtuh/rusaknya candi Kedungsari. Hal ini didukung dengan dijumpainya materi erupsi di kotak gali.poster

b. Candi Randuagung

  • Membuka 2 kotak uji (TP 01 dan TP 02) untuk memperoleh data mengenai bangunan pagar terluar Candi Randuagung
  • Kotak TP 01 memperoleh data berupa struktur bata sebanyak 10 lapis yang diduga pagar bagian sudut timur laut. Konstruksi bagian sudut struktur bata ini dilengkapi dengan perkuatan di bagian sisi bagian dalam. Dimensi struktur bata ini mempunyai lebar 110 cm dengan tinggi 0,60 meter. Kondisi struktur bata ini melesak ke arah luar (timur)
  • Kotak TP 02 memperoleh data berupa struktur bata sebanyak 12 lapis yang diduga pagar dengan orientasi timur – barat. Dimensi struktur bata ini mempunyai lebar 100 cm dengan tinggi 0,70 meter. Kondisi struktur bata ini melesak ke arah luar (utara).

3. Penutup
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil kegiatan penelitian arsitektur Candi Kedungsari dan Candi Randuagung untuk sementara menghasilkan kesimpulan yaitu:

a. Candi Kedungsari

  • Karakter Situs Candi Kedungsari merupakan sebuah bangunan candi berlatar belakang Hinduistis dengan kronologi relatif diduga masa Majapahit sekitar abad XIII – XVI Masehi.
  • Bangunan Candi Kedungsari runtuh dengan menyisakan bagian pondasinya diduga akibat peristiwa erupsi Gunung Semeru dalam jangka waktu yang lama.
  • Data artefaktual berupa relief gajah, relief komponen bangunan, antefik, dan beberapa bata berprofil yang ditemukan di Candi Kedungsari merupakan salah satu komponen bangunan dari candi Kedungsari.

b. Candi Randuagung

  • Temuan struktur bata yang diduga pagar bagian sudut timur laut ini menambah data komponen bangunan (arsitektur) candi Randuagung. Keberadaan Candi Randuagung ini sudah terdokumentasi dengan baik di KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde).
  • Berdasarkan data dokumentasi KITLV diperoleh informasi bahwa bangunan candi Induk lebih tinggi dari kondisi sekarang, struktur batur di depan pintu masuk candi, dan komponen pagar candi yang dilengkapi dengan bangunan gapura.

poster 2

3.2 Rekomendasi
a. Bidang Penelitian

  • Dipandang perlu melakukan kegiatan penelitian di Candi Kedungsari dengan fokus kajian untuk data lingkungan fisiknya serta data kronologi secara absolut melalui pengambilan sampel carbon dating.

  • Dipandang perlu melakukan kegiatan penelitian secara menyeluruh dan bertahap di Candi Randuagung karena berdasarkan hasil ekskavasi dan data KITLV Candi Randuagung secara arsitektural mempunyai komponen bangunan pagar, pagar keliling, gapura, dan batur. Hal ini menambah nilai tambah dan nilai penting Candi Randuagung yang akan menjadi ikon / jati diri Kabupaten Lumajang.

  • Penelitian ini dikoordinasikan dengan Balai Arkeologi D.I. Yogyakarta dengan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Lumajang.

b. Bidang Pelestarian
• Candi Kedungsari

  • Dipandang perlu segera menyelesaikan status tanah di Situs Candi Kedungsari untuk mendukung kegiatan penelitian dan pelestarian di Candi Kedungsari secara berkesinambungan yang akan dilakukan Balai Arkeologi Yogyakarta maupun BPCB Jawa Timur.
  • Dipandang perlu melakukan kegiatan penyelamatan dan pemugaran Candi Kedungsari oleh BPCB Jawa Timur dari ancaman kerusakan alam maupun manusia setelah status tanah Candi Kedungsari secara legal formal (Milik Negera).
  • Kegiatan ini dikoordinasikan dengan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Lumajang dan BPCB Jawa Timur

• Candi Randuagung

  • Dipandang perlu melakukan penataan lingkungan candi Randuagung lebih representatif sebagai upaya awal mewujudkan candi randuagung sebagai ikon kabupaten Lumajang, yaitu tempat parkir, jalan/akses menuju ke lokasi candi, dan papan informasi.

  • Kegiatan ini dikoordinasikan dengan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Lumajang dan BPCB Jawa Timur

HP-Agustus 2016

Updated: August 25, 2016 — 6:52 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa