Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Permukiman Tradisional Tengger

Dibaca Sebanyak : 17 Balai Arkeologi DIY melakukan penelitian tentang permukiman tradisional Tengger sejak tahun 2002 hingga 2016 di beberapa lokasi yang merupakan tempat bermukim masyarakat Tengger. Salah satu lokasi penelitian tersebut adalah Desa Keduwung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Penelitian #ini mengambil tema permukiman Tengger berdasarkan sistem kepercayaan. Dari hasil peneltian tersebut, diketahui bahwa bentuk […]

Stupa Candi Buddha

Dibaca Sebanyak : 28 Salah satu ciri bangunan candi berlatar belakang agama Buddha adalah terdapatnya stupa. Stupa awalnya didirikan untuk menyimpan abu jenazah Buddha Gautama, kemudian juga digunakan untuk menyimpan abu jenasah dan relik para bhiksu. Pada perkembangannya, stupa menjadi perlambang mangkuk, jubah dan tongkat Sang Buddha. Secara arsitektural, stupa terdiri dari tiga bagian, yaitu […]

BULI-BULI DARI SITUS NGURAWAN

Dibaca Sebanyak : 25 Situs ini sangat kaya dengan temuan artefaktual, serta temuan monumental bekas bangunan berbahan bata. Berdasarkan kajian prasasti, diperkirakan Situs Ngurawan ini dulu merupakan permukiman pada sekitar abad ke-13 hingga 14 Masehi. Artefak yang dominan ditemukan di situs ini adalah benda-benda berbahan tanah liat, baik terakota maupun gerabah. Salah satu artefak gerabah […]

Song Pedang Sebagai Salah Satu Hunian Masa Prasejarah di Wilayah Gunung Sewu Bagian Barat

Dibaca Sebanyak : 39 Kawasan karst Gunung Sewu menyimpan banyak cerita tentang kehidupan Masa Prasejarah. Pada bagian timur Gunung Sewu, kita mengenal Song Keplek, Song Terus di Pacitan sebagai salah satu situs yang signifikan. Di bagian tengah, tepatnya di Rongkop, kita mengenal Gua Braholo. Lalu bagaimana dengan gambaran kehidupan prasejarah di Gunung Sewu bagian barat? […]

Artefak dari Situs Liyangan

Dibaca Sebanyak : 69 Sisa kain yang ditemukan di situs Liyangan tergolong sangat langka, bahkan sejauh ini tidak ditemukan di situs lain yang sejaman. Dapat dipastikan bahwa sisa kain ini sejaman dengan situs Liyangan karena ditemukan di dalam guci keramik dari Cina masa Dinasti Tang, abad ke-9. Seperti artefak lainnya di situs Liyangan, kondisi kain […]

Protokol Pencegahan Covid-19

Dibaca Sebanyak : 55 Di antaranya adalah dengan rajin mencuci tangan selama 20 detik dan menggunakan hand sanitizer ketika mendesak. Penting sekali untuk mengulang-ulang protokol ini, karena merekalah yang pertama kali bertemu dengan orang-orang yang datang ke kantor #balarjogja.

Tempayan

Dibaca Sebanyak : 84 Salah satu temuan perabot yang bisa direkonstruksi dari Situs Liyangan adalah tempayan. Tempayan merupakan wadah dari tanah liat yang biasa digunakan untuk menyimpan air, beras atau bahan lainnya. Secara fisik tempayan memiliki volume yang cukup besar dengan mulut cukup lebar dan memiliki tangkai kecil di sekitar badan bagian atas yang berfungsi […]

Laboraturiam Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Dibaca Sebanyak : 103 Penelitian arkeologi yang dilakukan dengan metode ekskavasi akan menghasilkan temuan sisa aktivitas manusia baik berupa artefak, ekofak, maupun fitur. Temuan-temuan tersebut akan ditangani dan dianalisis sesuai dengan jenis dan sifat temuannya Media sosial Balar DIY antara lain Fb, Instagram, Youtube dengan nama akun : Balar Jogja

FOSIL PROBO SCIDEA DARI SITUS SEMEDO: Hubungannya Dengan Biostratigrafi dan Kehadiran Manusia di Jawa

Dibaca Sebanyak : 87 Artikel Berkala Arkeologi Volume 34 2014 Download artikel lengkap : Berkalaarkeologi.kemdikbud.go.id Situs Semedo kaya akan fosil vertebrata darat, dengan persentase terbesar berasal dari Ordo Proboscidea. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi taxonomi fosil Proboscidea yang posisinya sangat penting bagi rekonstruksi biostratigrafi Jawa. Penelitian ini menggunakan deskriptif komparatif pada karakter morfologi dan karakter […]

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa