Balai Arkeologi Provinsi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Pola keruangan okupasi manusia pada kala Plestosen hingga awal Holosen di DAS Kali Oyo Gunungkidul dan DAS Kali Baksoko Pacitan

Kawasan Gunung Sewu meliputi tiga kabupaten dan tiga provinsi,yaitu Kabupaten Gunungkidul, DIY Kabupaten Wonogiri,Jawa Tengah;dan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Penelitian di kawasan ini telah banyak dilakukan dari berbagi disiplin ilmu, namun masih terasa parsial tidak menyeluruh pada periode yang berkelanjutan.

Selama ini, kawasan Gunung Sewu, di jajaran Pegunungan Selatan Jawa sangat terkenal dengan sebutan “Metropolitan Prasejarah” atau ibu kota prasejarah. Salah satu kawasan potensial tinggalan budaya prasejarah Gunung Sewu adalah situs-situs di kawasan DAS Kali Oyo dan DAS Kali Baksoko baik sungai (situs terbuka) maupun gua hunian (situs tertutup). Penyebutan Metropolitan Prasejarah terkait dengan potensi tinggalan budaya prasejarah yang tinggi dan berkesinambungan.

Budaya yang berkembang sejak Kala Plestosen dengan tinggalan budaya Paleolitik hingga budaya akhir prasejarah, yaitu tinggalan Paleometalik atau dikenalnya logam. Tinggalan tersebut secara keseluruhan ditemukan di kawasan Gunung Sewu.Untukitu,penelitian ini dimaksudkanakan merangkai secara keseluruhan hasil penelitian terdahulu dan melengkapi beberapa situs yang belum dilakukan penelitian. Penelitian lebih mempertajam pada permasalahan dengan ruang lingkup yang lebih sempit, yaitu permasalahan setting okupasi di situs-situs kawasan Gunung Sewu dalam konteks tinggalan Kala Plestosen hingga Awal Holosen.

Tinggalan budaya yang dimaksud adalah budaya Paleolitik (daerah aliran sungai/DAS) sampai pada budaya Mesolitik (hunian gua). Berdasarkan berbagai penelitian yang telah berlangsung 80-an tahun, maka titik berat penelitian adalah sebagai tindak lanjut kelengkapan dan jangkauan areal penelitian yang lebih luas (DAS dan karst Gunung Sewu). Selain itu,menetapkan variabel penelitian yang lebih lokus dan tajam. Kelengkapan tersebut diharapkan akan memberikan kontribusi dalam rekonstruksi pola hidup dan strategi adaptasi manusia pada masing-masing perkembangan teknologinya baik dalam setting tata ruang kegiatan maupun pola pemanfaatan sumber daya alam. Mengingat kawasan ini memiliki beberapa jejak budaya sejak Kala Plestosen hingga Holosen,untuk itu diharapkan hasil penelitian akan mempertajam perkembangan karakter budaya baik skala ruang maupun waktu.

Download link : http://repositori.kemdikbud.go.id/20174/1/Pola%20Keruangan%20Okupasi%20Manusia%20small.pdf

Updated: January 25, 2021 — 4:52 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa