Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Song Pedang Sebagai Salah Satu Hunian Masa Prasejarah di Wilayah Gunung Sewu Bagian Barat

Kawasan karst Gunung Sewu menyimpan banyak cerita tentang kehidupan Masa Prasejarah. Pada bagian timur Gunung Sewu, kita mengenal Song Keplek, Song Terus di Pacitan sebagai salah satu situs yang signifikan. Di bagian tengah, tepatnya di Rongkop, kita mengenal Gua Braholo. Lalu bagaimana dengan gambaran kehidupan prasejarah di Gunung Sewu bagian barat?

Song Pedang yang terletak di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul ini kemudian dipilih menjadi lokasi pertama untuk menjawab pertanyaan tersebut. Lokasi ini dipilih berdasarkan Survei yang pernah dilakukan oleh Balar DIY di tahun 2013 dan 2014 mengenai potensi arkeologis di Gua-Gua Gunung Sewu Bagian Barat.

Dari penelitian yang dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2019 dapat disimpulkan bahwa Song Pedang merupakan sebuah ceruk yang digunakan sebagai hunian tetap jangka panjang dan bukan merupakan base camp untuk perburuan. Temuan-temuan arkeologis dari Song Pedang meliputi fragmen gerabah, lancipan tulang, spatula, serpih, sisa-sisa tulang hewan, sisa-sisa kerang serta fragmen tengkorak dan rahang manusia. Sisa-sisa Macaca sp. merupakan ekofak yang dominan ditemukan di Song Pedang, kemudian dimanfaatkan lagi lebih jauh sebagai bahan lancipan tulang. Selain itu sisa-sisa kerang hijau (Perna viridis) mendominasi diantara jenis kerang laut lainnya yang bisa ditemukan di Song Pedang.

Updated: May 5, 2020 — 6:25 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa