Balai Arkeologi D.I Yogyakarta

Tidak Sekedar Membaca Masa Lalu

Artefak dari Situs Liyangan

Sisa kain yang ditemukan di situs Liyangan tergolong sangat langka, bahkan sejauh ini tidak ditemukan di situs lain yang sejaman. Dapat dipastikan bahwa sisa kain ini sejaman dengan situs Liyangan karena ditemukan di dalam guci keramik dari Cina masa Dinasti Tang, abad ke-9. Seperti artefak lainnya di situs Liyangan, kondisi kain juga dalam keadaan sangat rapuh karena terkena dampak panas letusan Gunung Sindoro.

View this post on Instagram

Artefak Kain Dari Situs Liyangan #SahabatArkeologi pasti sudah familiar dengan Situs Liyangan. Mimin beberapa kali menginformasikan tentang situs ini. Ternyata, masih saja ada informasi yang menarik dari Situs Liyangan lho. Salah satunya adalah sisa kain yang ditemukan pada saat proses ekskavasi. Sisa kain yang ditemukan di situs Liyangan tergolong sangat langka, bahkan sejauh ini tidak ditemukan di situs lain yang sejaman. Dapat dipastikan bahwa sisa kain ini sejaman dengan situs Liyangan karena ditemukan di dalam guci keramik dari Cina masa Dinasti Tang, abad ke-9. Seperti artefak lainnya di situs Liyangan, kondisi kain juga dalam keadaan sangat rapuh karena terkena dampak panas letusan Gunung Sindoro. Selama ini, kita mengetahui kalau masyarakat Jawa Kuno sudah mengenal kain dari data prasasti dan relief. Hebatnya, temuan sisa kain di situs Liyangan menunjukkan bendanya. Oleh karenanya harus dicatat bahwa kain bukanlah barang langka pada jaman kerajaan Matarām Kuno. Contoh prasasti yang menyebut kain adalah prasasti Rongkab (901 M), prasasti Luitan (901 M), prasasti Watukura (902 M) dan prasasti Kasugihan (907 M). Istilah kain atau tekstil sebagaimana kita kenal sekarang, sepadan dengan istilah Jawa Kuno seperti wḍihan dan ken, dengan satuannya berupa hle dan wlah. (Fitriati, 1990). Informasi tentang kain dari relief, salah satunya ada di Candi Prambanan, abad ke-9. Dalam adegan cerita Ramayana dan Kresnayana, kain digambarkan sebagai pakaian pendeta, bangsawan wanita, raja atau bangsawan pria, wanita biasa, dan abdi laki-laki (Lelono, 1995/1996). Menarik sekali ya informasi tentang kain dari Situs Liyangan ini? Jika #SahabatArkeologi ingin mengetahui informasi lebih lengkap perihal kain ini dan hasil penelitian di Situs Liyangan, silakan berkunjung ke https://berkalaarkeologi.kemdikbud.go.id/index.php/berkalaarkeologi/booksrepo. Terima kasih kepada Bapak Sugeng Riyanto yang sudah berkenan membagikan informasi menarik ini. #kamisarkeologis #arkeologijawa #balarjogja

A post shared by Balai Arkeologi DIY (@balarjogja) on

Updated: April 17, 2020 — 5:13 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Balai Arkeologi D.I Yogyakarta © 2016 ArkeologiJawa